Blogger templates

News Update :

Berita On Line Lainnya

Materi Umum

Materi Mentoring

Syair dan Puisi

Tampilkan postingan dengan label Materi Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Umum. Tampilkan semua postingan

pentingnya Sholat

Jumat, 03 Februari 2012


Shalat

1. Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi)

2. Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a (saat bersujud) (HR. Muslim)

3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Abdullah ibnu Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari)

5. Yang kusenangi dari urusan duniamu adalah wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan mataku (sebagai biji mata) dalam shalat. (HR. An-Nasaa'i dan Al Hakim)

6. Shalat dua rakaat (yakni shalat sunnah fajar) lebih baik dari dunia dan segala isinya. (HR. Tirmidzi)

7. Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)

8. Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putera-puteri). (HR. Abu Dawud)

9. Shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah. (HR. Tirmidzi)

10. Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat. (HR. Ahmad)

11. Ibnu Abbas Ra. berkata : Rasulullah Saw. pernah menjama' shalat dzuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya' di Madinah tanpa disebabkan faktor ketakutan (khauf) atau hujan. Beliau ditanya apa sebabnya, lalu menjawab, "agar tidak menyulitkan umatnya." (HR. Muslim).

Penjelasan:

Jika menghadapi soal yang sangat penting dan mendesak beliau pernah menjama' walaupun bukan musafir.

12. Apabila seseorang mengantuk saat akan shalat hendaklah ia tidur sampai hilang ngantuknya, sebab bila shalat dalam keadaan mengantuk dia tidak menyadari bahwa ketika beristighfar ternyata dia memaki dirinya.(HR. Bukhari)

13. Janganlah melakukan shalat pada saat hidangan makanan sudah tersedia dan jangan pula memulai shalat dalam keadaan menahan kencing dan buang air (termasuk kentut). (HR. Ibnu Hibban)

14. Apabila diserukan untuk shalat datangilah dengan berjalan dengan tenang. Apa yang dapat kamu ikuti shalatlah dan yang tertinggal lengkapilah. (HR. Ahmad)

Penjelasan:

Tidak boleh tergesa-gesa dan berlari-larian menuju masjid.

15. Yang pertama-tama diangkat dari umat ini ialah khusyu' sehingga tidak terlihat seorangpun yang khusyu'. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

16. Allah Ta'ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashabih Assunnah)

17. Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya." (HR. Ad-Dailami)

18. Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." (HR. Muslim)

19. Rasulullah Saw apabila berdiri sesudah ruku' ('itidal) beliau membaca:

"Allah mendengar siapa yang memujiNya. Ya Allah Robb kami. Seluruh pujian bagimu sepenuh langit- langit, bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudahnya. Engkaulah yang patut disyukuri dan dipuji. Engkaulah yang paling layak diucapkan seorang hamba dan kami semua adalah hambaMu. Ya Allah, tidak ada pencegah bagi pemberianMu dan tidak memberi apabila Engkau menolaknya dan tidak berguna kebesaran seorang kecuali dengan kebesaran dari sisiMu. (HR. Muslim)

20. Nabi Saw bila mendengar seruan azan, beliau menirukan kata-kata dan seruannya. (HR. Ath-Thahawi)

21. Barangsiapa mengucapkan (do'a) setelah mendengar suara muazzin:

"Ya Allah, Robb seruan (azan) yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, karuniakanlah kepada Muhammad derajat dan kemuliaan yang tinggi dan kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan untuknya." Maka patut baginya memperoleh syafaat (ku) pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

22. Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab: "Baik ya Rasulullah." Beliau berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan)." (HR. Muslim)

Penjelasan:

Kesiagaan dan persiapan untuk menghadapi perang fi sabilillah untuk membuka (menguasai) Mekah.

23. Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk ialah barisan paling akhir. Namun seburuk-buruk barisan wanita adalah yang paling depan dan yang terbaik ialah yang paling belakang. (HR. Muslim)

24. Barangsiapa mengimami suatu kaum lalu mengkhususkan do'a untuk dirinya, maka dia telah mengkhianati mereka. (HR. Aththusi)

25. Rapikan barisanmu, sesungguhnya merapikan barisan termasuk mendirikan shalat. (HR. Ibnu Hibban)

26. Shalat jama'ah pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan dua puluh tujuh derajat. (Mutafaq'alaih)

27. Apabila seorang mengimami orang-orang hendaklah meringankan shalat karena di antara mereka terdapat anak-anak, orang tua, yang lemah, yang sakit clan yang punya hajat (keperluan), dan bila shalat sendirian dapat ia lakukan sesukanya. (HR. Bukhari)

28. Tiga orang yang diridhoi Allah yaitu seorang yang pada tengah malam bangun dan shalat, suatu kaum (jama'ah) yang berbaris untuk shalat dan suatu kaum berbaris untuk berperang (fisabilillah). (HR. Abu Ya'la)

29. Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. (Abu Hanifah)

30. Ada empat orang tidak diwajibkan shalat jum'at yaitu wanita, budak, orang yang sakit dan musafir (bepergian). (Abu Hanifah)

31. Apabila kamu menegur kawanmu saat imam berkhotbah pada shalat jum'at dengan ucapan: "dengarkan", maka pahala shalat jum'atmu menjadi batal. (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan:

Ketika khatib sedang berkhotbah maka kita harus diam mendengarkan serta tidak boleh berbicara, kendatipun menegur orang lain yang sedang berbicara atau mengobrol dengan ucapan "Diamlah!" atau "Dengarkanlah!".

32. Barangsiapa meninggalkan shalat jum'at karena meremehkannya tanpa suatu alasan maka Allah Tabaroka wata'ala akan mengunci hatinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

33. Paling afdol (utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang fardhu (lima waktu). (HR. Bukhari dan Muslim)

34. Hati manusia kadangkala maju dan kadangkala mundur. Apabila sedang mengalami kemajuan shalatlah nawafil (sunah ba'diyah, qobliyah dan tahajjud) dan bila sedang mengalami kemunduran shalatlah yang fardhu-fardhu saja (lima waktu). (Ath-Thahawi)

35. Barangsiapa sesudah shalat (fardhu) mengucapkan zikir "Subhanallah" (Maha Suci Allah) 33 kali dan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) 33 kali dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) 33 kali lalu digenapkan yang keseratusnya dengan (membaca):

"Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir" (Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa), maka akan terampuni dosa-dosanya (walaupun) sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim)

36. Rasulullah Saw berkata kepada Muadz Ra, "Ya Muadz, jangan meninggalkan sehabis tiap shalat ucapan:"

"Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat Engkau dan banyak bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik." (HR. An-Nasaa'i dan Abu Dawud)

37. Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim)

38. Diberitahukan kepada Nabi Saw bahwa si Fulan shalat semalam suntuk tetapi pada pagi harinya dia mencuri. Lalu beliau menjawab, "Kelak shalatnya akan mencegahnya dari perbuatan mencuri." (HR. Ath-Thahawi)

39. Tiga orang yang shalatnya tidak sampai melampaui telinganya, yaitu seorang budak yang melarikan diri sampai dia pulang kembali, seorang isteri yang semalaman suaminya murka kepadanya, dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedangkan kaum itu tidak menyukainya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

40. Apabila seorang shalat hendaklah mengenakan pakaian rangkap. Sesungguhnya Allah lebih berhak (dihadapi) dengan keindahan pakaian. (HR. Ath-Thabrani)

41. Rasulullah Saw bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau shalat. (HR. Ahmad)

43. Malaikat selalu berpesan kepadaku tentang shalat tengah malarn sehingga aku mengira bahwa umatku yang terbaik ialah yang sedikit tidurnya. (Abu Hanifah)

44. Rasulullah Saw apabila bangun tengah malam untuk shalat malam (Tahajjud) beliau mengucapkan:

"Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Maha suci Engkau, ya Allah, aku mohon ampunanMu atas dosaku dan aku mohon rahmatMu. Ya Allah, tambahlah ilmu bagiku dan jangan Engkau memalingkan hatiku setelah Engkau memberiku hidayah (petunjuk) dan karuniakanlah dari sisimu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha pemberi rahmat." (HR. Abu Dawud)

45. Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yang selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Penjelasan:

Hamalatul Qur'an artinya penghafal Qur'an, memahami artinya, sekaligus mengajarkan dan mengamalkan isinya.

42. Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja maka Allah akan menggagalkan amalannya (usahanya). (HR. Bukhari)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

by:dks

ISLAM MELINDUNGI GOLONGAN MINORITAS DAN MEMELIHARA HAK_HAK ORANG ASING


bismillahirrahmanirrahim..

orang menyangka bahwa komitmen islam dan menjadiknnya sebagai asas bagi sistem kehidupan, berarti menolak keberadaan minoritas nonmuslim di tengah masyarakat islam, menolak adanya persatuan antar unsur masyarakat. padahal persatuan merupakan salah satu pilar yang kokoh bagi kebangkitan umat dimasa sekarang ini.

prasangka tersebut jelas tidak benar, karena islam yang diturunkan oleh Dzat yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui masa lalu umat, kini dan yang akan datang telah mengantisipasi rintangan dan menundukkannya.

karena itu, Dia tidak menurunkan undang-undang-Nya yang suci dan bijak, kecuali telah memuat teks jelas, tanpa kerancuan perlindungan terhadap minoritas.

apakah manusia menginginkan teks lain yang lebih gamblang dari firman Allah SWT. berikut, " Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negrimu. sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. " ( Al-Mumtahanah : 8 )

teks ini tidak hanya memuat perlindungan, tetapi juga mewasiatkan agar berlaku baik dan bijak pada mreka. sungguh, isla adalah ajaran yang mensakralkankesatuan umat manusia, sebagaimana firman-Nya, " Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku saupaya kamu saling mengenal." ( Al-Hujurat : 13 )

islam mensakralkan kesatuan agama. karenanya, ia mengikis fanatisme dan mewajibkan pemeluknya mengimani seluruh risalah langit, sebagaimana firman Allah, " katakanlah, (hai, orang orang yang beriman), 'kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Iamail, Iahaq, Ya'qub dan anak cucu nya dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. kami tidak membedabedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.' oleh karena itu, jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan ( dengan kamu) , dan Allah akan memelihara kamu dari mereka . dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui shibgah Allah, dan siapakah yan lebih baik shibgahnya dari pada Allah. dan kepada-Nyalah kami mengikhlaskan hati." ( Al-baqarah : 136-138 )

islam juga mensakralkan ikatan agama secara khusus, tanpa berlebihan memuji diri, juga tanpa memusuhi orang lain. Allah SWT. berfirman, " sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah saudara. oleh karena itu, damaikanlah antara saudaramudan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. " ( Al-Hujurat : 10 )

Islam yang dibangun di atas tabiat keseimbangan dan keobyektifan seperti ini tidak mungkin melahirkan pengikut yang menjadi sebab terceraiberaikannya persatuan. sebaliknya, ia bahkan memberikan nilai kesakralan agama pada persatuan. sebaliknya, ia bahkan memberikan nilai kesakralan agama pada persatuan yang sebelumnya hana mendapt legitimasi dari teks peradaban.

islam juga menetapkan batasan-batasan secara cermat tentang siapa yang harus dilawan dan diputus hubungannya, sebagaimana firman tersebut dalam firman Allah SWT.," sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama, dan mengusir kamu dari negrimu , dan membantu ( orang lain ) untuk mengusirmu. barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang Zhalim." ( al-Mumtahanah : 9 )

tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksa suatu umat agar rela terinfiltrasi oleh kelompok tersebut, hingga mereka memebuat kerusakan besar di tengah masyarakat dan mengacaukan tatatertib di dalamnya.

inilah sikap islam terhadap kelompok minoritas nonmuslim. sikap yang sangat jelas, tiada kerancuan dan tiada kezhaliman di dalamnya.

sikap islam terhadap orang asing adalah perdamaian dan kelembutan, sepanjang mereka berprilaku lurus dan bersih. namun, jika haatri mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela, maka Al-qur'an menentukan sikap tegas dengan firman-Nya, " hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang diluar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang di sembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh, telah kami terangkan kepada mu ayat-ayat (kami), jika kamu memahaminya. beginilah kamu, menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu." ( Ali-Imran : 118-119)

dengan demikian, islam telah menangani aspek-aspek tersebut secara lebih cermat, lebih bermanfaat, dan lebih obyektif.

_majmu'atur rasail _

by:cc

Pasukan Pembawa Panji Hitam

Rabu, 01 Februari 2012


Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.

Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.

Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.

Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.

Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”[1]

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”[2]

Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan

Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).

Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.

Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ? Benarkah riwayat yang membicarakan kemunculan kelompok ini ?

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut

□ “Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”

□ “Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”

□ “Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”

Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.[4]

Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.

Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud

Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.

Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.

Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater [5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.

Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?

Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?

Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.

Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.

Dalam hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.

Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.

Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk. Maksudnya ialah al-Mahdi.

(Ibnu Majah, Abu Nuaim & Al-Hakim)

Analis Yahudi: Khilafah Islam Bisa Diawali dari Zanjibar di Yaman

Keberhasilan mujahidin merebut wilayah Zanjibar di Yaman selatan dari tangan pasukan pemerintah Ali Abdullah Saleh menyarakan ke khawatiran berbagai pihak termasuk para analis barat dan Zionis.

Para analis Barat dan Zionis membunyikan alarm bahwa pembebasan Zinjibar oleh Mujahidin dari al-Qaeda memberi mereka kesempatan nyata untuk mencapai kekuasaan di "wilayah tidak stabil" dan mendirikan pemerintahan Islam. Sebuah koran Zionis, TheJerusalem Post, menulis:

"Laporan pengambilalihan terhadap kota Yaman selatan Zinjibar oleh pasukan bersenjata yang setia kepada al-Qaeda adalah pengingat yang mengganggu dari kesempatan mendirikan negara untuk mewakili gerakan jihad global".

Jerusalem Post mengatakan bahwa tujuan al-Qaeda adalah untuk mendapatkan kedaulatan, dan untuk membentuk negara Islam, kekhalifahan, yang akan menyingkirkan semua rezim boneka Arab dan Asia Muslim.

..jika AQAP mengkonsentrasikan pasukan mereka, mengambil kontrol tidak hanya atas wilayah sekitar Zinjibar, tapi daerah lain Yaman, itu akan menjadi langkah pasti pertama untuk memulai membangun kembali Khilafah..

Gelombang revolusi baru-baru ini menyapu dunia Arab, yang menyebabkan "celah" dalam keamanan rezim boneka di negara-negara tersebut, yang dilihat oleh para pendukung Jihad sebagai kesempatan murni yang dapat mereka gunakan untuk membuat "keuntungan teritorial baru "- seperti yang telah terjadi di Yaman, catatan leaflet Zionis.

Menurut analis Yahudi, tempat ini lebih jelas daripada di Yaman saat ini, dimana kemajuan Mujahidin al-Qaeda begitu jelas.

Amerika Serikat mengakui al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP) sebagai ancaman terbesar bagi Amerika dan rezim boneka Arab. Selain itu, Mujahidin AQAP aktif di bidang perekrutan: mereka menerbitkan sebuah majalah berbahasa Inggris sangat populer Inspire, khotbah-khotbah Sheikh Anwar Al-Awlaki, dan sebagainya.

Jerusalem Post menulis bahwa jika AQAP mengkonsentrasikan pasukan mereka, mengambil kontrol tidak hanya atas wilayah sekitar Zinjibar, tapi daerah lain Yaman, itu akan menjadi langkah pasti pertama untuk memulai membangun kembali Khilafah. Akan ada bantuan aktif dari wilayah-wilayah tetangga, di mana unit pejuang Islam, seperti Al-Shabaab di Somalia, juga beroperasi.

wallahu`alam bishawab

Fiqh kontemporer : Fatawa Mu`ashirah (berjabat tangan dg lawan jenis) Yusuf Al Qardhawi

Selasa, 16 November 2010


Dalam fikih klasik, hukum berinteraksi dengan lelaki atau perempuan yang bukan mahram sangat dibatasi, salah satunya yaitu bersentuhan tangan seperti bersalaman. Namun beberapa ulama kontemporer seperti Yusuf Qardhawi memperbolehkan bersalaman selama tidak disertai syahwat serta aman dari fitnah. Mengutip fatwa Yusuf al-Qardhawi dalam Fatawa Mu`ashirah: Pertama, bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan itu hanya diperbolehkan apabila tidak disertai dengan syahwat serta aman dari fitnah. Apabila dikhawatirkan terjadi fitnah terhadap salah satunya, atau disertai syahwat dan taladzdzudz (berlezat-lezat) dari salah satunya (apa lagi keduanya) maka keharaman berjabat tangan tidak diragukan lagi.



Bahkan seandainya kedua syarat ini tidak terpenuhi (yaitu tiadanya syahwat dan aman dari fitnah) meskipun jabatan tangan itu antara seseorang dengan mahramnya seperti bibinya, saudara sesusuan, anak tirinya, ibu tirinya, mertuanya, atau lainnya, maka berjabat tangan pada kondisi seperti itu adalah haram. Bahkan berjabat tangan dengan anak yang masih kecil pun haram hukumnya jika kedua syarat itu tidak terpenuhi.

Kedua, hendaklah berjabat tangan itu sebatas ada kebutuhan saja, yaitu dengan kerabat atau besan yang terjadi hubungan yang erat dan akrab diantara mereka; dan tidak baik hal ini diperluas kepada orang lain, demi membendung pintu kerusakan, menjauhi syubhat, mengambil sikap hati-hati, dan meneladani Nabi saw. Tidak ada riwayat kuat yang menyebutkan bahwa beliau pernah berjabat tangan dengan wanita lain (yang bukan kerabat atau tidak mempunyai hubungan yang erat).



Bagi Yusuf Qardhawi, dalam hal bersalaman masih dimungkinkan adanya ijtihad, atau pengambilan putusan hukum oleh para ahli hukum Islam. Akan tetapi pendapat Qardhawi ini juga mendapatkan pertentangan di kalangan kelompok-kelompok puritan yang beranggapan bahwa terdapat kekeliruan dalam fatwa Qardhawi tersebut.



Menurut mereka, fatwa Qardhawi telah menyalahi hadis yang diriwayatkan oleh Ma`qil bin Yasar dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”(Thabrani dan Baihaqi)



Qardhawi tidak menampik keberadaan hadis tersebut, akan tetapi menurutnya dalam kasus bersalaman, ada situasi khusus yang diperlukan ijtihad dalam menghadapi problematika tersebut, dan dalam kaidah ushul fikih pun dikatakan bahwa al-ijtihad la yunqazu bi al-ijtihad, ijtihad tidak dapat dibatalkan, atau dihapus oleh ijtihad berikutnya. Seorang ahli hukum yang berijtihad akan mendapat pahala satu jika ijtihadnya salah, dan mendapat dua pahala jika ijtihadnya benar, tetapi kebenaran itu pun dalam penilaian Tuhan, bukan manusia lainnya.



Dengan demikian Yusuf Qardhawi tetap berpendapat akan kebolehan bersalaman dengan lelaki atau perempuan bukan mahram dengan mengajukan syarat-syarat sebagaimana yang disebutkan dalam fatwanya.


SH

Hari Jum'at

Selasa, 23 Desember 2008


Hari Jum'at adalah hari yang paling baik dimata Allah S.W.T.
Ibadah yang disunnahkan :
1. Membaca surat Al-Kahfi ( Malam Jum'at dan hari Jum'at )
( Dosanya akan diampuni dari Jum'at ke Jum'at )
2. Bersholawat kepada Rosulullah S.A.W.
Kita akan diberikan Syafaat dari Rosul.
3. Memperbanyak Shodaqoh.
4. Memulai hari dengan mandi besar, mempersiapkan diri dengan pakaian rapih dan
Mensegerakan utuk berangkat sholat Jum'at.
( Nilai ibadahnya sama dengan puasa 1 tahun dan diakhirat nanti dari kakinya
Memancarkan cahaya sampai kepala )

Keistimewaan hari jum'at :
1. Hari kiamat datang pada hari Jum'at.
2. Orang yang meninggal dibebaskan dari siksa kubur.
3. Api neraka tidak sepanas hari biasanya.

Sebarkan Salam


Mengucapkan salam adalah kewjiban setiap muslim dan menjawab salam adalah hak muslim terhadap muslim lainnya.
Ada kisah dijaman Rosulullah S.A.W.
Ada seseorang yang mendatangi Rosul dan mengucapkan salam :
" Assalamu'alaikum"
Rosul berkata :
" Baginya mendapat 10 kebaikan "
Datang lagi orang kedua lalu mengucapkan :
" Assalamu'alaikum Warrohmatullah "
Rosul berkata :
" Baginya mendapat 20 kebaikan "
Datang lagi orang ketiga lalu mengucapkan :
" Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh "
Rosul berkata :
" Baginya mendapat 30 kebaikan "
Jadi ucapkanlah salam dengan sempurna, begitu juga dengan yang menjawabnya.

Titip Salam :

Titip salam dibenarkan dalam Islam
Ada kisah :
Rosulullah S.A.W. sangat ingin bertemu Nabi Isa A.S. maka beliau menitip pesan kepada umatnya .
Sesuai dengan Hadist :
"Rosulullah S.A.W. ingin bertemu Nabi Isa A.S. maka sampaikan salamku jika kau bertemu dengan Nabi Isa A.S."
Pertanyaanya bagaimana kita menjawab salam yang dititipkanorang itu ?
Ada kisah :
Rosulullah berkata kepada Siti Khodijah :
" Khodijah ada salam dari Allah S.W.T. kepadamu"
Khodijah nenjawab :
" Alaika WaAlaihissalam Wr.WB "
Begitu juga ketika Malaikat Jibril menitip salam kepada Nabi Muhammad S.A.W.untuk Aisyah R.A.
Aisyah pun menjawab :
" Alaika WaAlaihissalam Wr.Wb."

Artinya jika kita dititip salam maka kita menjawab salam terlebih dahulu orang yang mengabari salam itu, baru menjawab titipan salam yang diberikan.

Do'a

Doa dibagi 2 :
1. Doa ibadah
Doa yang lafadznya tidak bisa diganti tetapi sudah ketentuan.
2. Doa Mas'alah
Doa yang lafadznya bisa diganti sesuai dengan keinginan kita.

Faedah faedah doa :
1. Doa adalah indikator ketaatan seseorang.
2. Doa dapat menghilangkan rasa sombong.
3. Doa merupakan ibadah.
4. Doa adalah amalan paling mulia,
5. Doa merupakan amalan yang paling dicintai.
6. Doa dapat melapangkan hati.
7. Doa dapat menolong dari murka Allah S.W.T.
8. Doa merupakan manifestasi tawakkal.
9. Doa adalah cara untuk menambah motivasi.
10. Doa dapat menghilangkan malas
11. Doa dijamin dikabulkan.
( Dalam jangka waktu tertentu, diganti dengan yang lebih baik, ditunda )
12. Doa dapat menolak bala.
13. Doa dapat menghilangkan wabah penyakit.
14. Doa merupakan pintu kenikmatan munajat kepada Allah S.W.T.
15. Doa dapat menimbulkan kasih sayang.

Adab dalam berdoa :

1. Memuji Nama Allah. ( Subhanallah ).
2. I'tiraf : Mengakui dosa dosa kita.
Sayyidul Istigfar ( Induknya Istigfar )
Allahumma anta Robbi Laa ilaaha illa anta holaqtani, Wa anna abduka wawadika
Mas tato'tu.
3. Menundukkan diri.
4. Berdo'alah dengan khusyuk.
5. Ucapkanlah do'a secara berulang ulang.
( Jangan putus asa bila belum dikabulkan )
6. Fiqturihal : Dalam keadaan apapun.
( Baik susah, senang )
7. Tidak berdo'a untuk kejelekan.
8. Ucapkanlah do'a sebanyak 3x ( Sunnah )
Untuk menunjukkan kesungguhan.
9. Menghadap kiblat ( Sunnah )
Contoh :
Ketika ditengah lapang nabi berdo'a ditengah lapang sambil menghadap kiblat.
10. Mendekap / menengadahkan kedua tangan.
* Sejajar bahu ( Do'a pada umumnya )
* Setinggi diatas kepala.( Ketika do'a Istisqo )
11. Bersiwak atau menggosok gigi.
12. Sebelum berdo'a hendaklah mengerjakan perbuatan amal yang sholeh.
13. Berwudhu.
14. Berdo'a untuk perbuatan mulia.
( Mendo'a kan orang lain sehingga kita bisa terkena dampaknya )
15. Harus memiliki motivasi.
16. sambil menangis.

SHOLAWAT KEPADA ROSULULLAH S.A.W.

Kamis, 27 November 2008

Q.S. Al-Ahzab ayat 56


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Dari Imam Ahmad:
Abu Fatahah pernah bertanya kepada Rosulullah S.A.W. :
“ Ada apa kau Rosul sehingga tampak ceria sekali hari ini “
Rosul menjawab :
” Ya Abu Fathah Aku gembira karena baru saja Malaikat Jibril mengatakan kepadaku, bahwa barang siapa yang Sholawat 1x umatku terhadapku maka baginya akan diberikan 10 kebaikan dan dihapuskan 10 keburukan serta diangkat 10 x derajatnya.”
Rosulullah berkata pula :
” Perbanyaklah bersholawat kepadaku di hari Jum’at karena dihari itu Malaikat mengabarkannya Kepadaku.”
Jika kita berSholawat kepada Rosulullah S.A.W. maka Allah S.W.T. dan malaikat-Nya akan 10 x berSholawat kepada kita.

Sholawat Allah S.W.T. kepada kita adalah Allah S.W.T. akan memberikan RahmatNya kepada kita.
Sholawat Malaikat kepada kita adalah doa, Malaikat akan berdoa :
Rosulullah bersabda :
” Barang siapa yang berSholawat Kepadaku, maka semakin dekat kedudukannya Kepadaku.”
Lalu Abu Fathah kembali bertanya :
“ Ya Rosul bagaimana nantinya bila kau telah tiada dan jasadmu hanya tinggal tulang belulang saja.”
Rosul menjawab :
“ Ketahuilah bahwa Allah mengharamkan Nabi NabiNya untuk jasadnya dimakan Bumi.”

Jadi perbanyaklah berSholawat karena Malaikat akan terus mengabari Sholawat kita kepada Rosulullah S.A.W.
Orang yang tidak berSholawat berarti :
1. Hina
2. Bakhil
3. Tidak cinta kepada Rosulullah S.A.W.
4. Tidak butuh syafaatnya.

ORANG BERIMAN

Q.S. An-Nuur ayat 55
(24:55)


Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Ciri ciri orang beriman : ( Q.S. Al-Baqarah :3 )



(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

1. Percaya pada yang ghaib.
2. Menegakkan Sholat.
3. Mengeluarkan Zakat dan Infak.
4. Taat kepada Rasul.

Ada Kisah tentang Abdullah bin Mas’ud R.A
Ketika beliau pergi bersama Rosulullah S.A.W. kesebuah lembah. Ketika Beliau sampai didasar lembah Rosulullah S.A.W.membuat lingkaran dari telunjuknya, sebuah lingkaran yang melingkari Abdullah bin Mas’ud. Lalu Rosulullah S.A.W. berpesan kepada Abdullah supaya jangan meninggalkan lingkaran tersebut walau apapun yang terjadi sebelum Beliau datang, lalu setelah itu Rosul pun pergi.
Ketika Rosul pergi, datang sekelompok makhluk hitam hitam mengerumuni Abdullah, diapun ketakutan tapi dia teringat pesan Rosulullah S.A.W., beberapa saat kemudian makhluk-makhluk itupun pergi lalu datanglah Rosulullah S.A.W.. beliau lalu tiduran dipaha Abdullah bin Mas’ud.
Ketika Rosul tertidur datang lagi segerombolan makhluk hitam hitam tadi, dan mengerumuni mereka berdua, lalu salah seorang dari makhluk tersebut berkata :
” Dialah orang yang berakhlak mulia, yang akan mengajak teman teman dan pengikutnya merasakan kenikmatan di surga ”
Setelah itu merekapun menghilang.
Setelah itu Rosulullah S.A.W. bangun lalu berkata:
” Mereka tadi Malaikat malaikat Allah.S.W.T.”
Hal serupa pernah menimpa sahabat Rosul, Abu Dzar.
Ketika didalam lingkaran beliau mendengar ledakan yang sangat dahsyat, dia takut dan hampir saja lari meninggalkan lingkaran tsb. Tetapi beliau teringat pesan Rosulullah.S.A.W.
Lalu Rosul berkata ketika datang :
”Suara tadi adalah kedatangan malaikat Djibril yang datang menyampaikan Wahyu, yang berbunyi ”:
” Barangsiapa yang tidak berbuat syirik sedikitpun pada Allah.S.W.T. pasti akan masuk surga. ”
Lalu Abdullah bertanya:
” Walaupun dia berbuat zina dan membunuh orang”
” Walaupun apapun juga ” Jawab Rosul.
” Walaupun dia berbuat dosa besar lainnya. ” tanya Abdullah lagi.
” Walaupun apapun juga.” Jawab Rosul sekali lagi.
Itulah pentingnya taat kepada Rosul, karena andai saja kedua sahabat tadi tidak taat perintah Rosul dan keluar dari lingkaran tersebut, maka akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan. ( Padahal jika orang yang mendengar suara kedatangan Malaikat Djibril maka dia tidak akan kuat dan akan meninggal dunia, karena kencangnya suara tsb.)

Dzikir kepada Allah S.W.T.

Dzikir kepada Allah S.W.T.

Keutamaan Dzikir :
1. Dzikir nilainya sama dengan Sodaqoh.
Ada seorang yang miskin mengeluh kepada ulama karena tidak sanggup bersodaqoh , maka ulama itu mengatakan bahwa ada ibadah yang nilainya sama dengan anda bersodaqoh, yaitu Dzikrullah.
2. Bertemu bidadari di Surga.
Dari Imam bin Ahmad diceritakan bahwa Abu Sulaiman pernah bermimpi bertemu dengan bidadari. Sang bidadari berkata ” Hanya orang yang banyak berdzikir dengan Allah yang akan diketemukan danganku( bidadari ) di surga nanti, yaitu 2 bidadari.
Maukah kamu diketemukan lebih dari 2 bidadari ? Mati Syahid karena orang yang mati Syahid akan diketemukan 72 bidadari.
Tapi apakah kita akan snggup melayani bidadari sebanyak itu ? Jangan khawatir karena kita akan diberikan 100 x kekuatan pria oleh Allah S.W.T.

Perlu diketahui andai saja bidadari diturunkan kedunia, maka wanginya akan tercium di seluruh dunia inidan keindahannya akan menghiasi langit langit didunia ini.

Menurut Abu Daud dan Ibnu Hudzaimah :
Dzikir adalah mengucapkan 33 ( Takbir, Tasbih, Tahmid )

Menurut Imam Muslim dan Ibnu Taimiyah :
Dzikir adalah mengucapkan 10 ( Takbir, Tasbih, Tahmid )

Renungan

Kisah Islami

 
© Copyright HikmahMu | Published by Tutorial Blog